Bagi orang-orang yang sudah pernah membaca buku ini seharusnya dia bisa menjadi bersyukur dan tidak banyak mengeluh. Sungguh, buku ini benar-benar nohok banget deh.
Tokoh Rehan atau Ray dalam cerita dari kecil sampai ia tua dan jatuh sakit selalu mendapatkan hal-hal yang menurutnya tidak adil baginya. ia merasakan berbagai macam sakit hati, mulai dari selalu dihukum oleh penjaga panti saat ia tinggal di panti asuhan, dikeroyok sekelompok preman di terminal karena ia selalu menang judi, membuat 2 teman Rumah Singgahnya menjadi korban karena ia punya masalah dengan sekelompok preman, Istrinya meninggal saat ia sedang hamil dan umur pernikahan mereka baru berumur 6 tahun, bisnisnya kacau balau karena dia salah prediksi, dan akhirnya dia jatuh sakit yang amat arah sehingga ia diantara hidup dan mati.
Tetapi di saat dia masih koma, dia diberi kesempatan oleh seseorang (mungkin malaikat) untuk mengetahui kenapa semua itu terjadi padanya. Orang itu menjelaskan betapa Tuhan itu Maha Adil dan tidak semua rang mendapat kesempatan seperti itu. Mengapa Rehan atau Ray mendapat kesempatan itu? karena Dia senang memandang bulan. Dan disaat ia memandang bulan, dia masih bersyukur dan mengagumi ciptaan Tuhan. Dia bisa melupakan segala yang terjadi padanya dengan melihat bulan.
kutipan yang menurut saya sangat menarik adalah bahwa Apa yang kita lakukan merupakan sebab mengapa sesuatu terjadi pada orang lain. Begitu pula sebaliknya karena di dunia ini ada hukum sebab-akibat. Ada pula kutipan seperti ini Memberi banyak berharap sedikit.
Kutipan-kutipan sederhana tersebut bagi saya sungguh menyentuh dan membuat kita berpikir dua kali untuk mengeluhkan kehidupan ini. Kita juga diajak untuk lebih rendah hati dan berusaha memberi yang terbaik demi kehidupan kita walau terkadang kenyataan yang harus kita hadapi itu menyakitkan.
Darwis Tere-Liye emang top ^^b
No comments:
Post a Comment